Senin, 20 Agustus 2012

Dolphin pada Konstruksi Pelabuhan

Dolphin

Dolphin adalah konstruksi yang digunakan untuk menambat kapal tanker berukuran besar yang biasanya digunakan besama – sama dengan pier dan wharf untuk memperpendek panjang bangunan tersebut. Alat penambat ini direncanakan untuk bisa menahan gaya horizontal yang ditimbulkan oleh benturan kapal, tiupan angin, dorongan arus yang mengenai badan kapal pada waktu ditambatkan. Gaya-gaya tersebut dapat dihitung dengan cara yang sama seperti dalam perencanaan dermaga. Dolphin dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu 

dolphin penahan (breasting dolphin) dan dolphin penambat (mooring dolphin).


Mooring - Breasting Dolphins

Dolphin penahan mempunyai ukuran lebih besar, karena dia direncanakan untuk menahan benturan kapal ketikah berlabuh dan menahan tarikan kapal karena tiupan angin, arus dan gelombang. Alat ini dilengkapi dengan fender untuk menahan benturan kapal dan bolder untuk menempatkan tali kapal, guna menggerakkan kapal di sepanjang dermaga dan menahan tarikan kapal. Dolphin penambat tidak digunakan untuk menahan benturan, tetapi hanya sebagai penambat.Pengaturan mooring dan breasting dolphin adalah sebagai berikut : penambatan kapal pada MD dalam harus tegak lurus dengan sisi kapal. Pada MD bagian tengah dan luar seharusnya membentuk sudut < 150 terhadap garis tegak lurus bidang kapal, sudut yang terbentuk saat menambat tali pada boulder tidak boleh lebih dari 100.Untuk seluruh MD sebaiknya digunakan pengait yang mudah dilepaskan. Struktur MD di tempatkan dengan jarak tertentu di belakang berthing line. Jarak MD sebesar 35-50 m dari BD. Letak MD biasanya dengan mensejajarkan sumbu tali dengan arah arus. Jika arah arus perairan lemah, letak tambatannya dibuat parallel dengan arah angin. Catwalk menhubungkan antara struktur MD dan struktur utama jetty. Tata letak dolphin dihitung dengan perumusan seperti gambar dibawah ini