Selasa, 10 Juli 2012

Design Jetty

secara garis besar design jetty/berth/wharf dipengaruhi oleh:




1. fungsi dari jetty/berth/wharf itu sendiri. Tiap-tiap kegiatan
loading/unloading yang spesifik bisa membuat konfigurasi jetty berbeda. Sebagia
contoh, jetty untuk ferry RORO biasanya selalu dilengkapi dengan ramp/bridge
untuk lewat kendaraan, jetty untuk LNG musti dilengkapi dengan loading arms,
jetty untuk muat batubara biasanya ada crane untuk bongkar muat batubara, dll.

2. kondisi alam sekitar ( environmental condition sorrounding the
site). pantai langsung laut dalam & kondisi tanah
bagus, mungkin cocok dibuat closed structure jetty model quay wall
jetty/wharf gitu dinding penahan tanah (bisa pake
steel/concrete sheet pile, caisson, dll), dan mooring/fendering equipment,dll. typical laut yg dangkal, bisa dibuat
jetty inland yang bisa beberapa kilometer dari darat buat nemu kedalaman yang
sesuai. Jetty-nya bisa 'sendirian' tanpa perlu di-connect dengan darat, atau
perlu dibangun trestle untuk menghubungkan dengan darat.

3. tergantung ukuran kapal. Jetty harus bisa menampung kapal terkecil dan
terbesar yang akan berlabuh (berthing) dan bertambat (mooring). Nah, berdasarkan
ukuran kapal yang sudah ditentukan, baru kita bisa 'bermain-main' membuat
layout-nya. Dalam penentuan layout, satu hal yang cukup penting adalah penentuan
lokasi mooring equipement (bollard, hooks, quick release hooks) dan fendering
equipment. tentang jarak-jarak jetty dengan breasting
dolphin, itu tergantung dari ukuran kapal,dan penempatan mooring and
fendering equipment.